|
Halaman 1 dari 3
Kakao Indonesia Berpeluang Merebut Pasar Dunia
 Jakarta, 10 Pebruari 2009. Belum lama
ini, Frank E Mars, Pemilik MARS Symbioscience, salah satu perusahaan
industry kakao terbesar di dunia yang bermarkas di Rockville, Amerika
Serikat telah berkunjung ke Indonesia. Selama 6 hari kunjungannya, dia
melihat secara langsung kebun para petani kakao di Sulawesi Selatan
yang merupakan pemasok 25% bahan baku industry kakao MARS
Symbioscience.
Pada saat audiensi dengan Menteri Pertanian Anton Apriyantono,
Selasa, 10 Pebruari 2009, Mr. Mars mengatakan bahwa hampir semua negara
produsen kakao di dunia mempunyai masalah yang sama, yaitu semakin
menurunnya produktivitas tanaman kakao sebagai akibat dari menipisnya
unsur hara tanah dan serangan hama penyakit, serta menurunnya kualitas
lingkungan kebun. Kondisi ini membuka peluang bagi Indonesia untuk
“mencuri start” merebut pasar dunia mendatang, yaitu dengan cara segera
memulai program pengembangan perkebunan kakao rakyat berkelanjutan dan
ramah lingkungan. Program ini tidak hanya akan memperbaiki tingkat
kesuburan lahan, tetapi sekaligus juga akan merebut simpati konsumen
dunia terhadap kakao Indonesia, sejalan dengan semakin mencuatnya
perhatian masyarakat dunia terhadap kelestarian lingkungan dan keamanan
pangan, demikian tambahnya.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Pertanian menyatakan sependapat
dengan hal itu dan menjelaskan bahwa program revitalisasi kakao di
Indonesia, yang dianggarkan dengan dana Rp. 1 Trilyun pada tahun 2009
ini sejalan dengan issu tersebut. Mentan juga menghargai
langkah-langkah inisiasi yang telah dilakukan oleh PT MARS khususnya di
Sulawesi Selatan, yaitu melakukan kerjasama dengan pemerintah dan
masyarakat setempat, diantaranya melalui penyebarluasan dan pembinaan
paket teknologi kompos kulit kakao, “klinik kakao” sebagai tempat
konsultasi terpadu tentang segala aspek yang terkait dengan agribisnis
kakao di beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan, serta rencana PT MARS
Indonesia untuk melatih para petani kakao untuk mengolah produk-produk
sampingan kakao yang selama ini dibuang sebagai sampah, menjadi produk
hilir yang bernilai tambah tinggi dan akan diekspor ke Amerika Serikat.
Pada kesempatan tersebut, Mentan dan Mr. Mars sepakat akan
meningkatkan kerjasama pemberdayaan masyarakat petani kakao ini dan
sekaligus bertekad membangun citra kakao Indonesia di pasar
Internasional sebagai “Green Cacao” melalui program “Cacao
Sustainability Partnership”. (SIT)
Sumber : Sekjen Deptan
| Lihat: 1214
4. pertanyaan kakao Ditulis oleh
Alamat email ini diproteksi dari spam, anda perlu mengaktifkan Javascript untuk bisa melihat
, pada 27-06-2009 19:53 salam,, saya ingin menanyakan tentang pelestarian kakao.apakah pupk yang digunakan agar kakao tetap berbuah dan memiliki biji yang banyak. thx  |
5. butuh informasi Ditulis oleh
Alamat email ini diproteksi dari spam, anda perlu mengaktifkan Javascript untuk bisa melihat
, pada 05-07-2009 18:15 salam,,,, kami dari perusahaan pupuk cacao (organic), dengan ini memberikan tawaran kepada bapak ntuk bisa kerjasama dalam mengembangkan kakao di indonesia, khusus disulawesi selatan? mohon informasi untuk info lengkap produk pupuk kami (agrotop) bisa melalui PATAWARI HP;08114110801 |
6. Re:wow gold Ditulis oleh
Alamat email ini diproteksi dari spam, anda perlu mengaktifkan Javascript untuk bisa melihat
, pada 08-08-2009 15:02 wow gold |
7. yoyohh Ditulis oleh
Alamat email ini diproteksi dari spam, anda perlu mengaktifkan Javascript untuk bisa melihat
, pada 23-09-2009 10:08 “You never wow power leveling get a second wow gold chance to make a first impression” is a popular aion power leveling saying and the title page is the first impression. It needs to be readable. aion gold It does not matter if you go with a simple font or a bold font. However, you do want to make sure you provide your copyright cheap wow power leveling information.In high school we were all taught to write with an intro a buy wow power leveling body and a conclusion. You cannot successfully master how to sell information without an effective body. |
|